Orang yang bijaksana adalah orang yang tahu bahwa dia tidak tahu. Pernyataan Socrates itu adalah sebuah ironi ketika manusia seakan-akan telah mengetahui segala sesuatu dan menganggap apa yang diketahuinya adalah yang paling benar. Pengetahuan manusia mempunyai batas, tetapi apakah ketidaktahuan juga merupakan sebuah pengetahuan, masih merupakah hal yang gelap. Adalah sesuatu yang menyenangkan untuk menjadi tahu akan sesuatu dan terlebih lagi menyadari bahwa kita mengetahuinya. Tetapi jauh lebih menyenangkan untuk selalu dan tanpa henti mencari tahu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menandakan ketidaktahuan terhadap segala hal, dan bahkan terhadap apa yang telah diketahui. Itu menandakan kita masih hidup dan otak kita masih bekerja.
Pengetahuan pertama dimulai dengan sebentuk pertanyaan, sama seperti yang diajukan para filsuf terhadap hal apapun yang mengganggu keseimbangan penalaran dan perasaannya. Setelah pertanyaan itu terjawab muncul pertanyaan berikutnya, dan berikutnya. Dan pertanyaan-pertanyaan itu tak akan pernah terjawab sampai bumi ini kiamat atau sampai kita telah menemukan sebuah teori yang maha tahu. Banyak yang mengatakan kita akan berhenti mencari tahu ketika kita telah menemukan sebuah teori yang telah mengetahui segala hal. Wait a minute !!! Dari mana kita tahu bahwa teori itu telah mengetahui segalanya, sedangkan yang membentuk teori itu adalah manusia, dan manusia belum mengetahui segala hal. Yang paling logis adalah ketika manusia membentuk teori itu, manusia telah mengetahui segalanya. Dan jika demikian untuk apa lagi teori seperti itu, kecuali untuk masuk tong sampah pengetahuan.
