Search blog.co.uk

Protocols of the Learned Elders of Zion

by fertob @ 07. Jun. 2006. - 22:28:01

THE PROTOCOLS
OF THE LEARNED ELDERS
OF ZION

PROTOCOL No. 1

1. ....Putting aside fine phrases we shall speak of the significance of each thought: by comparisons and deductions we shall throw light upon surrounding facts.

2. What I am about to set forth, then, is our system from the two points of view, that of ourselves and that of the GOYIM [i.e., non-Jews].

3. It must be noted that men with bad instincts are more in number than the good, and therefore the best results in governing them are attained by violence and terrorisation, and not by academic discussions. Every man aims at power, everyone would like to become a dictator if only he could, and rare indeed are the men who would not be willing to sacrifice the welfare of all for the sake of securing their own welfare.

4. What has restrained the beasts of prey who are called men? What has served for their guidance hitherto?

5. In the beginnings of the structure of society, they were subjected to brutal and blind force; afterwards - to Law, which is the same force, only disguised. I draw the conclusion that by the law of nature, right lies in force.

6. Political freedom is an idea but not a fact. This idea one must know how to apply whenever it appears necessary with this bait of an idea to attract the masses of the people to one's party for the purpose of crushing another who is in authority. This task is rendered easier if the opponent has himself been infected with the idea of freedom, SO-CALLED LIBERALISM, and, for the sake of an idea, is willing to yield some of his power. It is precisely here that the triumph of our theory appears; the slackened reins of government are immediately, by the law of life, caught up and gathered together by a new hand, because the blind might of the nation cannot for one single day exist without guidance, and the new authority merely fits into the place of the old already weakened by liberalism.

=> Read more!


 
 

Cinta

by fertob @ 03. Jun. 2006. - 20:06:23

Pertanyaan tentang cinta telah mengambil tempat dalam sejarah manusia sejak manusia itu hidup di muka bumi ini. Dan pertanyaan yang timbul selalu saja sama : apakah cinta itu ? Adalah suatu hal yang teramat sulit untuk mendefinisikan dengan jelas apakah cinta itu, karena cinta dapat didefinisikan menurut kepentingan masing-masing individu. Cinta sulit untuk didefinisikan tetapi dapat dirasakan, seperti
seseorang yang tidak bisa melihat udara tetapi dapat merasakannya. Cinta digambarkan seperti sesuatu yang abstrak tapi bermakna. Sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata tetapi mempunyai mempunyai arti mendalam dalam kehidupan setiap manusia.

Walaupun sulit untuk didefinisikan kita dapat membuat batasan-batasan definisi cinta, yang walaupun sangat kurang memadai, dapat menjadi pertanda adanya suatu bentuk cinta.

1. Cinta adalah proses hormonal, batasan ini adalah batasan biologis dimana cinta digambarkan hanya merupakan perubahan hormonal dalam tubuh manusia yang diasosiasikan dengan cinta.

2. Cinta adalah emosi atau perasaan, batasan ini lebih bernuansa psikologis dimana cinta dilihat sebagai suatu bentuk emosi positif dan menyenangkan yang dirasakan oleh manusia.

3. Cinta adalah kemampuan, batasan ini menganalogikan cinta sebagai suatu bentuk kemampuan yang dipunyai manusia. Banyak yang menganggap bahwa mencintai adalah persoalan mudah sedangkan yang susah adalah mencari obyek untuk dicintai. Sebenarnya mencintai menunjukkan kemampuan manusia dalam mengatasi masalah-masalah hidupnya. Banyak orang yang gagal karena tidak mempunyai kemampuan untuk mencintai.

4. Cinta adalah kepercayaan, batasan ini melukiskan cinta sebagai suatu daya atau tenaga yang mampu merobohkan tembok pemisah antara individu, sehingga timbul pemahaman dan pengenalan antara satu individu terhadap yang lain. Dalam proses ini timbul rasa percaya antara individu-individu tersebut.

5. Cinta adalah seni, batasan ini menggambarkan cinta seperti jenis-jenis seni yang lainnya seperti seni musik, seni lukis, dll. Cinta sebagai suatu seni membuat seseorang yang mencintai berkewajiban untuk mempelajari dan mempraktekkan cinta dalam kehidupannya.

6. Cinta adalah akal budi¸ batasan ini memberikan suatu pemisahan yang tegas antara manusia dan binatang. Proses mencintai pada binatang, misalnya induk kucing yang menyusui bayinya, adalah suatu proses cinta yang lahir karena adanya naluri dan insting dari binatang tersebut, tetapi proses cinta pada manusia, misalnya ibu yang merawat anaknya, adalah proses cinta karena adanya cinta itu sendiri.

=> Read more!

Logika Ketidaktahuan

by fertob @ 30. May. 2006. - 21:49:42

“Orang yang bijaksana adalah orang yang tahu bahwa dia tidak tahu”. Pernyataan Socrates itu adalah sebuah ironi ketika manusia seakan-akan telah mengetahui segala sesuatu dan menganggap apa yang diketahuinya adalah yang paling benar. Pengetahuan manusia mempunyai batas, tetapi apakah ketidaktahuan juga merupakan sebuah pengetahuan, masih merupakah hal yang gelap. Adalah sesuatu yang menyenangkan untuk menjadi tahu akan sesuatu dan terlebih lagi menyadari bahwa kita mengetahuinya. Tetapi jauh lebih menyenangkan untuk selalu dan tanpa henti mencari tahu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menandakan ketidaktahuan terhadap segala hal, dan bahkan terhadap apa yang telah diketahui. Itu menandakan kita masih hidup dan otak kita masih bekerja.

Pengetahuan pertama dimulai dengan sebentuk pertanyaan, sama seperti yang diajukan para filsuf terhadap hal apapun yang mengganggu keseimbangan penalaran dan perasaannya. Setelah pertanyaan itu terjawab muncul pertanyaan berikutnya, dan berikutnya. Dan pertanyaan-pertanyaan itu tak akan pernah terjawab sampai bumi ini kiamat atau sampai kita telah menemukan sebuah teori yang “maha tahu”. Banyak yang mengatakan kita akan berhenti mencari tahu ketika kita telah menemukan sebuah teori yang telah mengetahui segala hal. Wait a minute !!! Dari mana kita tahu bahwa “teori” itu telah mengetahui segalanya, sedangkan yang membentuk “teori” itu adalah manusia, dan manusia belum mengetahui segala hal. Yang paling logis adalah ketika manusia membentuk “teori” itu, manusia telah mengetahui segalanya. Dan jika demikian untuk apa lagi “teori” seperti itu, kecuali untuk masuk tong sampah pengetahuan.

=> Read more!

Percobaan

by fertob @ 30. May. 2006. - 21:26:23

Ini bukan hukuman percobaan. Ini hanya sarana untuk mengetes blog.


 
 

Footer

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.